Thursday, 26 November 2015

MV Agusta Brutale 800 2016

EICMA 2015: MV Agusta Brutale 800 2016 Lolos EURO 4, Tapi Power Jadi Kendor? 

Pabrikan sepeda motor Italia, MV Agusta, hadirkan varian terbaru Brutale 800 2016 di EICMA 2015 yang digelar di Milan, Italia. Sekilas sih tampangnya nggak beda jauh dari versi lawas, tapi ada beberapa ubahan detail menariknya juga lho, bradsis..

Beberapa detail ubahannya terdapat pada desain buntut, tangki bahan bakar, stoplamp, knalpot hingga headlamp LED. Meski tetap gagah dengan penampilan segarnya secara eksterior, tapi ada detail lain yang mundur dibanding spesifikasi Brutale sebelumnya, bradsis.

MV Agusta Brutale 800 yang awalnya mempunyai power 125 dk dipangkas menjadi hanya 116 dk. Ini akibat keputusan pabrikan yang ikut aturan pemerintah agar bisa lolos standar emisi EURO 4. Tapi torsinya konon lebih galak, dari 80 Nm menjadi 82,7 Nm. Wiihhh..

Brutale 2016 ini tetap menjadi naked bike idaman kelas dunia dan mempunyai tempat di hati sebagian bikers eksklusif. Meski dengan bobot yang lebih berat, tapi MV Agusta mengimbanginya dengan torsi yang lebih melimpah, bradsis. Jadi bobot motor yang naik 7,7 kg total menjadi 175 kg nggak terlalu ngaruh buat asik bermanuver dengan motor ini..

Thursday, 19 November 2015

10 Pebalap Terbaik di MotoGP 2015



Balapan MotoGp telah berakhir. Banyak yang berdebat soal siapa pebalap terbaik di MotoGP 2015. Apakah Valentino Rossi atau Jorge Lorenzo, pebalap yang dinobatkan sebagai Juara Dunia MotoGP 2015?
Jika melihat aksi Rossi dan Lorenzo, dua pebalap Movistar ini layak disebut sebagai yang terbaik. Sepanjang musim lalu, The Doctor dan X-Fuera sama-sama menunjukkan kemampuan luar biasa yang mereka miliki.
Bukti lain adalah persaingan sengit keduanya menuju gelar juara dunia. Meski diwarnai kontroversi, pertarungan antara Rossi dengan Lorenzo memperlihatkan keduanya memang yang terbaik.
Lantas pebalap mana lagi yang telah tampil memukai sepanjang musim 2015?
Berikut 10 pebalap terbaik di MotoGP 2015 versi Motorsport:

10. Hector Barbera (Avintia Ducati)
Penampilan Hector Barbera sepanjang musim 2015 terbilang konsisten. Pebalap asal Spanyol ini hanya sekali gagal melewati garis finis. Pencapaian terbaiknya adalah finis ke-9 di MotoGP Jepang.

9. Andrea Dovizioso (Ducati MotoGP)
Pebalap Italia ini mengawali musim balap MotoGP 2015 cukup baik. Di tiga balapan awal, Andrea Dovizioso mampu finis di posisi kedua. Namun, pasca-mengalami kecelakaan di MotoGP Italia, penampilannya menurun. Dovizioso hanya mampu sekali meraih podium ketiga di 12 balapan sisa setelah MotoGP Italia.

8. Danilo Petrucci (Pramac Ducati)
Pebalap yang tampil cukup mengejutkan. Danilo Petrucci sebenarnya tak terlalu dperhitungkan. Namun, dia mampu mejawabnya dengan penampilan konsisten. Dia hanya dua kali gagal finis di 12 Besar. Itu pun karena pria berusia 25 tahun ini mengalami kecelakaan. Di akhir klasemen, pebalap Italia tersebut berada di posisi ke-10 dengan 113 poin.

7. Maverick Vinales (Suzuki Ecstar)
Pertama kali terjun ke MotoGP membuat Maverick Vinales sempat gugup. Namun perlahan, pebalap Spanyol ini menemukan ritmenya. Dia mampu bersaing dengan pebalap kawakan macam Nicky Hayden, Cal Crutchlow dan Aleix Espargaro. Bukti kehebatan Vinales adalah titel Rookie of The Year 2015 yang disematkan FIM kepadanya.

6. Bradley Smith (Tech 3 Yamaha)
Performa Bradley Smith di MotoGP dari tahun ke tahun terus membaik. Setelah di dua musim sebelumnya menempati posisi ke-10 dan 8 pada klasemen akhir, kini pebalap Inggris itu mampu menuntaskan musim balap MotoGP 2015 di peringkat keenam. Hasil itu diraih berkat penampilan konsistennya sepanjang musim lalu. Statistik mencatat, Smith selalu finis di posisi 10 Besar pada setiap seri.

5. Andrea Iannone (Ducati MotoGP)
Publik tak ragu lagi menyebut Andrea Ianone sebagai pebalap yang paling berkembang di MotoGP 2015. Pebalap Ducati ini kerap merusak dominasi Movistar Yamaha dan Repsol Honda di barisan depan. Dia sukses naik ke podium di tiga seri, yaitu MotoGP Qatar, MotoGP Italia dan MotoGP Australia. Sayang, pada empat seri terakhir, Iannone mengalami kecelakaan tiga kali.

4. Dani Pedrosa (Repsol Honda)
Pebalap Spanyol ini hampir saja melepas helmnya di awal musim balap MotoGP 2015. Harus absen di tiga seri awal karena naik meja operasi, Dani Pedrosa tetap mampu bangkit. Dari 18 seri balap yang digelar di musim 2015, dia sukses menjadi juara di MotoGP Jepang dan MotoGP Malaysia.

3. Marc Marquez (Repsol Honda)
Diprediksi bakal mempertahankan gelar juara dunianya, performa pebalap asal Spanyol ini justru jeblok lantaran tidak cocok dengan setelan motornya. Akibatnya, di beberapa seri, Marc Marquez gagal finis karena terjatuh. Padahal, jika menilik kecepatan motor Honda, The Baby Alien sebenarnya masih mampu menjadi pesaing Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

2. Valentino Rossi (Movistar Yamaha)

Banyak yang berdebat siapa pebalap terbaik di MotoGP 2015. Sebagian besar pencinta MotoGP menyebut nama Valentino Rossi. Meski tak lagi muda, pebalap Italia berusia 36 tahun ini mampu bersaing dengan pebalap yang lebih muda seperti Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Bahkan The doctor hampir menjadi juara dunia andai kontroversi tak terjadi di beberapa balapan terakhir.

1. Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha)
Entah karena kontroversi atau bukan, Jorge Lorenzo sukses menyandang status Juara Dunia MotoGP 2015. Berdasarkan statistik yang dirilis sejumlah media, pebalap asal Spanyol ini memang layak mendapatkan gelar tersebut. X-Fuera menjadi pebalap yang paling banyak naik ke podium juara. Prestasinya sedikit ternoda dengan insiden kecelakaan di balapan MotoGP San Marino.

Tuesday, 17 November 2015

Honda CBR500R 2016


Honda CBR500R 2016 Tajam, Bro
Naked street bike  CB500F kini memiliki tubuh lebih agresif dengan segala penyegaran.
Honda CBR500R 2016 menampilkan garis-garis karakter tajam yang menyapu dari depan hingga ekor.
Sama seperti Honda CB500F 2016, Honda CBR500R memakai muffler yang dipendekan dengan pembenahan internal sehingga suaranya menjadi lebih ‘sangar’.
Honda tidak mengabarkan kapan Honda CBR500R 2016 akan dipasarkan namun diprediksi tidak berbeda dengan Honda CB500F 2016

Friday, 13 November 2015

Jenis-Jenis Fiber (Serat)

Disini saya akan share tentang jenis atau macam-macam fiber atau serat yang biasa digunakan dalam fiberglass sebagai penguat dan biasanya sangat jarang digunakan untuk resin bening.

Fiberglass ada beberapa jenis, apa aja jenis nya?? Berikut ini adalah fiberglass:

1.Fibermat

http://3.imimg.com/data3/GK/UI/MY-13224/glass-fiber-mat-250x250.png

Fibermat adalah fiber yang paling umum digunakan,bentuknya seperti bulu kambing.Fiber jenis ini biasa digunakan untuk dicampur dempul,menambal genting,semen,gipsum dan lain lain.

2.Fiber rove

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj56VUuFR-wtrf6e_FoxbWHuGshYx8AZZMZJI65UxUi1Tn8jh6CKAjYILnQlkFnqyE0EVMQsb-2JJGc8wrS94JlporF_nM09f3TFa9KQ16XM_J9Sy-P6MLeQhPtV2k_ovEbYp9Rp1NLVTDb/s1600/280920131029.jpg

Serat kaca jenis ini berbentuk anyaman seperti karung.Harga fiber jenis ini pada umumnya lebih mahal dibanding fibermat.Biasa digunakan untuk membuat body kapal.

3.Fiber yarn

http://image.made-in-china.com/4f0j00ICBaFgQJgEVW/Ceramic-Fiber-Yarn.jpg

fiber yarn adalah jenis fiber yang berbentuk benang panjang, fiber jenis ini biasa digunakan untuk tulang gipsum/beton.

4.Fiber powder

http://www.myworldhut.com/product_images/v/apple_fiber_powder_210020_51__70917.jpg

Adalah fiber yang berbentuk bubuk,tidak seperti fiber (berserat). cara penggunaannya dicampurkan.

 4 jenis fiber tersebut yang biasa dipakai dalam fiberglass kebanyakan dapat diperoleh ditoko bangunan atau di toko kimia.

bisnis membuat aksesoris motor sendiri


Kali ini saya akan berbagi mengenai bagaimana cara membuat aksesoris motor sendiri.

Saat ini terdapat berbagai macam aksesoris motor yang dijual di bengkel maupun toko khusus asesoris motor , dari mulai Body, lampu, kenalpot, tuas rem sampai spion pun ada yang di variasikan.

Sebagaimana yang kita ketahui harga aksesoris motor tidaklah murah, dari mulai tutup pentil saja 3000 , bahkan baud saja ada yang 1.500 sampai 5.000 itu baru yang kecil kecil saja,yang besar seperti sayap motor itu berapa hayo?? .

bagi anda yang punya kreatifitas saya yakin anda juga melihat peluang yang sama dalam hal ini adalah peluang bisnis membuat aksesoris motor dengan bahan dasar resin / fiberglass.

berbagai asesoris motor dapat dibuat menggunakan fiberglass dari mulai spakboard , sayap motor gede dan lainnya. kita ketahui harga dipasaran sekitar 400rb/barang bahkan bisa lebih dari segitu.

Hal ini semakain menarik ditambah lagi banyak artikel mengenai cara membuat variasi motor menggunakan resin/fiberglass.

bila anda tertarik untuk memulai usaha ini atau sekedar untuk membuat nya kemudian utuk dipakai sendiri,anda bisa mulai mencoba bikin sendiri. dengan menggunakan fiber anda bisa berkreasi sendiri sesuai keinginan anda.
 

Peluang Usaha Resin ( Fiber )

Halo semua dalam keadaan baik dan aman aman saja.

Bagi anda yang ingin mengetahuai apa saja sih yang bisa dibuat menggunakan resin ? , terutama yang paling sering dibuat dan 'dapat menjadi uang'.

1. Gantungan kunci
Ini sudah biasa, mungkin sodar juga sudah tau seperti apa wujudnya. Biasanya ganungan kunci menggunakan jenis resin bening,karena warnanya transparan seolah seperti kaca. Banyak orang yang mengiranya itu adalah kaca/palstik padahal sebenarnya itu terbuat dari banahan RESIN. ada juga yang menggunakan resin keruh/reddish . DIcetak menggunakan cetakan dari silikon atau plastik kemudian diberi cat .

2. Asesoris Motor
Kemarin Sudah ada 2 Orang yang saya tanya 'Untuk apa bang resinnya?' . Katanya untuk bikin spakboard & buat bikin modif body motor. Sebelumnya saya juga gak kepikiran . Ternyata bisa juga ya buat begituan. Emang tergantung Ide masing masing. Klo anda kreatif saya rasa ini bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan soalnya harga asesoris motor itu mahal dan penggemarnya banyak . Jadinya pemasaranpun mudah ,apa lagi jika anda kenal dengan 'anak motor' ,mungkin bisa diajak kerjasama.

3. Mebel (Pengganti kayu)
Saya sebangai penjual resin,sudah survei sana sini, tanya sana sini . Waktu itu ketemu seseorang yang ingin membeli resin. Orang tersebut membeli resin reddis 1 drum ukuran 25 Kg , katalisnya 1 Kg . kemudian saya tanya 'Pak mau bikin apa?' . Katanya Itu untuk bikin kursi,benar saja saya cek di toko bagus ternyata banyak bahan seperti : meja kursi lemari yg dijual berbahan dasar dari resin harganya dari mulai 900rb sampai 2 jt an. wow gile ada yag beli apah ya ? silakan cek aja di toko bagus deh. keunggulanya lebih awet kuat dan anti raya.

4.Pengantti kayu
Seperti yang diatas , selain kursi meja lemari. Resin juga digunakan sebagai bahan pengganti kayu sintesis . Coba deh beli martil ke toko bangunan, ternyata gagang martil tersebut bukan plastik , bukan besi , bukan juga kayu tapi itu adalah resin yang diberi serat fiber kemudian di cat menyerupai gagang besi.

5. Mainan
Nah lo, Di Tv sering ditampilkan mainan mainan mahal,seperti aeromodeling (perswat mainan) , ternyata bagian bodynya ada yang terbuat dari resin, selain itu bila ada komponen mainan tersebut yang patah bisa di duplikat mengunakan resin.

6.Patung
Pembuatannya dengan cara cetak bukan di pahat, bikin cetakanya kemudian tuangkan adonan resin, tunggu kering... Cat . Bungkus !

-----------------------------------------

Coba.Itu ..
Yang mana yang mau anda bikin sekarang , jangan cuma bikin yang ada diatas itu , coba deh cari Ide ide yang kira kira belum ada. Terus berkreasi tiada bata . Semoga usaha anda semakin berjaya.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
http://www.panorama.com/wp-content/uploads/2015/03/contact_us_banner1.jpg

Alamat:
No hp.
E-mail.

MotoGP 2016 Suzuki Berpotensi Bersaing di barisan depan

http://media.crash.net/original/PA1637812.0008.jpg 

TIM-tim medioker di arena MotoGP punya peluang untuk bisa bersaing ketat dengan skuad papan atas, menyusul perubahan besar-besaran di balapan musim depan. Pergantian ban Bridgestone ke Michelin sudah mulai menampakkan potensi tersebut. Suzuki, yang memulai kembali debutnya di kelas premium musim ini punya kesempatan untuk maju pesat. Dengan perubahan tersebut semua tim pabrikan seperti memulai musim balapan dari nol. Honda dan Yamaha merasakan perubahan tersebut. Justru tim seperti Suzuki dan Ducati punya potensi lebih besar karena sudah lebih dulu menggunakan ECU (electronic control unit) standar seperti dipakai tim-tim kelas Open.

Dua hari uji coba di Valencia dua rider Suzuki memilih tetap menggunakan ECU lama dan berfokus pada adaptasi motor menggunakan ban Michelin. Ini strategi bagus karena pada dasarnya ECU baru 2016 merupakan pengembangan dari versi lama. Tentunya lebih canggih karena sama-sama diproduksi dan diperbarui oleh Magneti Marelli. Dari Valencia diketahui bahwa rider Suzuki belum menggunakan ECU (Electronic Control Unit) baru versi 2016. Peranti lunak yang akan dipakai untuk musim depan hanya disematkan pada motor dua pembalap ujinya Takuya Tsuda dan Nobuatsu Aoki. Suzuki akan melakukan uji coba sendiri akhir bulan ini di Sepang, sebelum larangan tes pada musim dingin diberlakukan. Di sanalah rencananya ECU standar 2016 akan dijajal. Dengan memanfaatkan dua hari uji coba di Valencia untuk beradaptasi dan menemukan setingan yang pas untuk motornya, di Sepang nanti pekerjaan mereka lebih ringan. Strategi brilian.

Pada dasarnya Suzuki menggunakan dua pendekatan. Uji coba ban langsung dibebankan pada dua rider utama mereka Maverick Vinales dan Aleix Espargaro di Valencia. Sedangkan untuk setingan ECU diemban dua rider ujinya. Waktu yang lebih panjang dan dengan bantuan test rider sangat memungkinkan Suzuki mengalami kemajuan pesat. Di Valencia pula mereka belum menurunkan motor baru 2016. Tidak seperti Yamaha dan Honda yang sudah menjajal mesin generasi terbaru mereka. Suzuki baru menurunkan motornya pada uji coba musim dingin di Sepang Februari nanti. 

Sepanjang musim 2015 ada beberapa kesempatan uji coba ban Michelin yang mengijinkan rider utama untuk turun langsung. Tapi Suzuki memilih tidak mengikutinya. Mereka ingin dua rider-nya fokus pada kompetisi dengan spek motor sesuai regulasi yang berlaku pada 2015. Dengan ECU lama dan ban Michelin, Vinales tampil impresif dengan finis kedua di uji coba hari kedua Valencia. Catatan waktunya 1 menit 31,163 detik atau 0,103 detik di belakang pembalap tercepat Marc Marquez (Repsol Honda). Sementara rekan setimnya Atau Aleix Espargaro di urutan keempat dengan waktu lap 1 menit 31,212 detik. "Karena (ban) ini baru buat saya (rider lain sudah pernah menguji coba) saya perlu fokus untuk mendapatkan feeling bagus. Dan rasanya sangat nyaman," ungkap Vinales. Rider Spanyol tersebut mengalami beberapa kali kecelakaan selama dua hari di Valencia dan itu disebabkan ban depan yang kurang cengkeraman.

Untuk mengatasi minimnya cengkeraman ban depan tersebut Vinales punya beberapa ide. Pertama mengubah gaya membalap. "Beban tubuh harus lebih banyak dicondongkan ke depan agar bagian depan motor lebih menekan ban," katanya. Solusi kedua adalah mengubah geometri motor agar bebannya lebih berat di depan. Tes di Malaysia akhir bulan nanti menjadi krusial bagi Suzuki untuk mengukur kekuatan mereka di antara tim-tim pabrikan lainnya. Dua hari mereka akan menjajal kombinasi Michelin dengan ECU baru yang sudah mendapatkan banyak masukan dari pembalap uji. "Hasil Valencia membuatku lebih antusias dan ini bagus karena dengan hasil kerja kerasmu hasilnya juga bagus," tandasnya.

Dari semua tim pabrikan yang berlaga di MotoGP hanya Suzuki yang belum menyematkan seamless gearbox pada mesinnya. Peranti canggih tersebut rencananya diuji coba di Malaysia akhir bulan ini atau tes pra musim awal tahun depan. Jika tanpa seamless gearbox saja perkembangan Suzuki di bawah besutan Davide Brivio sudah begitu majunya, tentu dengan "peranti balap wajib" tersebut performanya akan ikut terdongkrak. 

Regulasi Teknis Baru di MotoGP 2016

http://www.skanaa.com/assets/images/news/20151112/564456f6a81bb754688b4569.jpg 

VALENCIA - MotoGP 2015 memang telah rampung digelar. Namun, para rider, tim, dan petinggi ajang balap motor paling prestisius itu masih terus sibuk. Jika para rider langsung menghelat uji coba pascamusim di awal pekan ini, maka Komisi Grand Prix juga telah menggelar pertemuan di Valencia, Spanyol, Kamis (12/11/2015).

Hasil dari pertemuan ini telah menyetujui sejumlah perubahan aturan dalam regulasi teknis di MotoGP untuk musim 2016. Salah satu isi perubahan regulasi adalah tentang posisi wing (sayap) pada fairing motor.

Seperti dilaporkan RACER, Kamis (12/11/2015), pertemuan ini dihadiri oleh Carmelo Ezpeleta selaku Chairman Dorna, Ignacio Verneda (CEO FIM), Herve Poncharal dan Mike Trimby (IRTA) dan Takanao Tsubouchi (MSMA).

Berikut adalah keputusan Komisi Grand Prix mengenai regulasi MotoGP 2016:
Sensor

Dalam kaitannya dengan kepentingan penghematan biaya, pabrikan akan diizinkan untuk memasukkan daftar harga sensor dari beberapa pemasok.

Wing pada Fairing

Demi kepentingan keselamatan, wing (sayap) dipasang sebagai bagian integral dari fairing dan semua sisinya harus memiliki radius minimal 2,5 mm.

Penyuplai Ban

Seluruh tim diwajibkan untuk mengembalikan semua ban kepada penyuplai resmi (Michelin) di setiap akhir balapan atau tes uji coba.